+86-0510-85599233

BERITA

Udara bersih, hak asasi manusia

Rumah / Pusat Berita / Berita Industri / Pemilihan Bahan dan Perlindungan Lingkungan dari Film Penghalang Tinggi 7 Lapisan yang diekstrusi bersama

Pemilihan Bahan dan Perlindungan Lingkungan dari Film Penghalang Tinggi 7 Lapisan yang diekstrusi bersama

1. Pemilihan Bahan
Film Penghalang Tinggi Ekstrusi Bersama 7 Lapis biasanya terbuat dari berbagai bahan melalui teknologi ekstrusi bersama multi-lapis. Pemilihan bahan-bahan ini secara langsung menentukan kinerja dan perlindungan lingkungan dari film tersebut. Berikut ini adalah beberapa bahan yang umum digunakan dan ciri-cirinya:
Nilon (PA): Nilon adalah polimer berkinerja tinggi dengan kekuatan mekanik, ketahanan aus, dan sifat penghalang yang sangat baik. Dalam film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama, lapisan nilon biasanya digunakan sebagai lapisan penghalang, yang secara efektif dapat mencegah penetrasi gas seperti oksigen dan karbon dioksida, sehingga memperpanjang umur simpan makanan. Namun, nilon berasal dari bahan bakar fosil, dan produksi serta penggunaannya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan tertentu.
Kopolimer etilen/vinil alkohol (EVOH): EVOH adalah bahan dengan sifat penghalang tinggi dan memiliki efek penghalang yang sangat baik terhadap gas seperti oksigen dan karbon dioksida. Dalam film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama, lapisan EVOH biasanya digunakan bersama dengan lapisan nilon untuk membentuk sistem penghalang yang lebih efisien. EVOH relatif ramah lingkungan karena dipolimerisasi dari monomer etilen dan vinil alkohol dengan metode kimia dan tidak mengandung zat berbahaya.
Poliolefin (PE, PP): Poliolefin adalah lapisan struktural di film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama , yang terutama memberikan fleksibilitas dan kekuatan mekanik film. PE (polyethylene) dan PP (polypropylene) adalah dua bahan poliolefin yang umum digunakan, yang memiliki kinerja pemrosesan yang baik dan biaya rendah. Selain itu, beberapa bahan poliolefin dapat diekstraksi dari sumber daya terbarukan, seperti PE dan PP berbasis bio, yang memiliki keunggulan signifikan dalam perlindungan lingkungan.
Lapisan perekat: Dalam film penghalang tinggi tujuh lapisan yang diekstrusi bersama, lapisan-lapisan tersebut harus diikat dengan lapisan perekat. Perekat yang umum digunakan antara lain polivinil alkohol (PVA), poliuretan (PU), dll. Pemilihan perekat ini perlu mempertimbangkan kompatibilitasnya dengan lapisan yang berdekatan, kekuatan ikatan, dan perlindungan lingkungan.
2. Perlindungan lingkungan
Perlindungan lingkungan dari Film Penghalang Tinggi Ekstrusi Bersama 7 Lapisan adalah masalah komprehensif yang melibatkan pemilihan bahan, proses produksi, pembuangan limbah, dan aspek lainnya. Berikut ini adalah analisis rinci tentang perlindungan lingkungannya:
Sumber bahan dan pembaharuan: Seperti disebutkan sebelumnya, bahan dalam film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama mencakup jenis yang terbarukan dan tidak terbarukan. Nilon dan perekat tertentu biasanya berasal dari bahan bakar fosil, sedangkan poliolefin (seperti PE dan PP berbasis bio) dapat diekstraksi dari sumber daya terbarukan. Oleh karena itu, dalam pemilihan material, material terbarukan harus diprioritaskan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan pencemaran lingkungan.
Proses produksi dan konsumsi energi: Proses produksi Film Penghalang Tinggi Ekstrusi Bersama 7 Lapis menghabiskan banyak energi, termasuk listrik, panas, dll. Konsumsi sumber energi ini tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, optimalisasi proses produksi dan peningkatan efisiensi energi menjadi kunci untuk mengurangi dampak lingkungan. Misalnya, langkah-langkah seperti penggunaan peralatan hemat energi, mengoptimalkan proses produksi, dan meningkatkan efisiensi produksi dapat secara efektif mengurangi konsumsi energi.
Pengolahan dan daur ulang limbah: Film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama akan menghasilkan limbah setelah digunakan. Jika limbah ini langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran tanah, sumber air, dan lain-lain. Membangun mekanisme pengolahan limbah yang baik merupakan langkah penting untuk memastikan perlindungan lingkungan. Saat ini, tingkat daur ulang film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama relatif rendah, terutama karena struktur multi-lapisan dan komposisi kompleksnya membuat daur ulang menjadi sulit. Dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kesadaran lingkungan, dampak lingkungan diharapkan dapat dikurangi dengan meningkatkan teknologi daur ulang dan meningkatkan tingkat daur ulang di masa depan. Misalnya, metode daur ulang kimia digunakan untuk menguraikan sampah menjadi monomer atau oligomer untuk digunakan kembali; atau metode regenerasi lelehan digunakan untuk melelehkan limbah dan mengolahnya kembali menjadi bahan film baru.
Peraturan dan standar lingkungan hidup: Pemerintah di berbagai negara biasanya merumuskan serangkaian peraturan lingkungan hidup untuk mengatur penggunaan dan pembuangan bahan kemasan. Peraturan ini dapat mencakup pembatasan penggunaan zat berbahaya tertentu, persyaratan penggunaan bahan yang dapat didaur ulang atau terurai, dll. Oleh karena itu, produksi dan penggunaan film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama harus mematuhi persyaratan peraturan terkait. Selain itu, ada beberapa standar lingkungan sukarela (seperti ISO 14001, dll.) yang dapat digunakan untuk memandu produksi dan penggunaan film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama. Standar-standar ini umumnya mencakup pengelolaan lingkungan, konservasi sumber daya, pencegahan polusi dan aspek-aspek lainnya, yang membantu mendorong perlindungan lingkungan dari film penghalang tinggi tujuh lapis yang diekstrusi bersama.